Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BILA SEORANG ANGGOTA PHRD SEDANG MENGAJAR PARA PENCARI KERJA, APA YANG SEBENARNYA TERJADI?

Bila seorang teman anggota PHRD, taruhlah namanya si X mengajar softskill untuk para pencari kerja di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang atau di tempat penampungan para pencari kerja yang lain, apa yang sebenarnya terjadi?


Tentu saja si X tadi sedang mentransfer ilmu yang dimiliki (maupun yang sekedar hanya diketahui) kepada adik-adik pencari kerja yang sedang menuntut ilmu di BBPLK Semarang atau di tempat lain yang merupakan stakeholder PHRD. Di BBPLK Semarang, mereka, para siswa ini (putra-putri) sedang belajar dalam rangka mempersiapkan diri untuk terjun ke dunia kerja. Mereka sedang menempa diri untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya. 


Dan mereka tidak hanya terdiri dari warga kota Semarang dan sekitarnya saja, namun ada juga yang datang dari berbagai propinsi yang letaknya di berbagai pulau di Indonesia. Hal itu terjadi karena BBPLK di Indonesia berbagi tugas, dimana yang di Semarang hanya terkonsentrasi (fokus) untuk sumberdaya manusia di bidang Garmen dan Staf Administrasi, sedang untuk bidang perbaikan sepeda motor di BBPLK Bandung. dan sebagainya. Perlu diketahui kami Perhimpunan HRD (PHRD) Jawa Tengah sudah sejak sekitar pertengahan Mei 2015 diminta mengajar softskill untuk para siswa BBPLK (dulu BLKI) Semarang. PHRD Jawa Tengah beranggotakan para Manajer HRD Perusahaan dan para pemerhati masalah HR di Jawa Tengah.


Kembali ke masalah yang di atas. Bila si X mengajar pasti mendapat pahala. Namun jangan lupa karena dia mengajar atas nama PHRD maka semua para anggota PHRD tidak terkecuali juga mendapatkan pahala. Dan itu akan berlangsung secara terus menerus selama para siswa tadi dapat mengamalkan ilmu yang didapatkannya dari para mentor PHRD. Apalagi dari sekian jumlah para siswa BBPLKSemarang atau di tempat lain, yang terus menerus berdatangan secara berkala. Pahala akan terus berkembang bila mereka dapat bekerja baik di perusahaan (pabrik) maupun berwirausaha dan pekerjaannya membawa berkah bagi seluruh keluarganya. Dengan demikian insyaallah pahala akan terus mengalir walau jasad para anggauta PHRD sudah lama terkubur.


Bahwa si X atau siapapun yang berkesempatan mengajar mendapat honor, itu suatu hal yang wajar saja, karena memang dia atau mereka yang berkiprah mengajar. Dia atau merekalah yang mempunyai kesibukkan dari mulai menyiapkan materi (meskipun sudah ada modul), maupun yang sampai membanting tulang berperas keringat. 


Oleh karena itu, dulu, ketika saya menjabat ketua, semua anggota yang potensial untuk mengajar (terutama dari segi yang mempunyai waktu untuk mengajar) saya persilahkan untuk mengajukan diri sebagai pengajar. Syaratnya sederhana saja: Harus serius, mempunyai komitmen dan sanggup untuk kosisten, juga harus mau mendengarkan saran dari teman yang lain. Tidak boleh semaunya sendiri.


Saya, kami PHRD, ingin mempunyai Tim Pengajar yang cerdas, kredibel dan elegan. Tim yang tidak sembarangan. Tim yang tidak main-main. Sekali lagi orang yang kredibel, fokus serta serius. Yang dapat memberikan masukan berupa ilmu kepada para siswa, bukan hanya sekedar bercerita tentang pengalaman diri sendiri mengenai ini dan itu.


Saya pribadi menggunakan kesempatan itu untuk berbagi (sharing), jadi tidak hanya memberi motivasi, karena mereka sudah banyak menerima motivasi mulai dari orang tua, guru, tokoh agama, pacar, teman, dan sebagainya. Mereka bukan anak-anak lagi. Mereka harus diberi ruang untuk berpikir dan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Jadi saya menyampaikan ini ada kasus begini atau begitu, saya uraikan masalahnya, kalau menurut kalian bagaimana? Nanti akan saya sampaikan kalau menurut saya bagaimana? Nanti kita cari bersama titik temunya ada di mana.


Apalagi situasi dan kondisi jaman yang sudah berubah. Perubahan terjadi di segala bidang, tidak terkecuali di bidang ketenagakerjaan. Kalau kita ingin para siswa berubah, harus kita dulu yang harus mau berubah. Sekarang jamannya online. Situasi yang serba online ini harus dapat ditangkap dan disikapi maupun disiasati oleh adik-adik para pencari kerja. Di sana terbuka lebar dunia lapangan kerja yang tidak harus bekerja atau bergantung kepada sebuah instansi. Di satu sisi bila mereka diterima bekerja di sebuah perusahaan (pabrik) harus welcome dengan Era Industri 4.0, di sisi lain bila bergerak di bidang kewirausahaan. Dan itu sangat dimungkinkan sekali. Oleh sebab itu, sebagaimana yang sudah saya tulis, para pengajar pun harus dapat membuka wawasan mereka, dimana pembukaan wawasan yang harus didahului oleh perubahan harus didahului adanya perubahan dari para pengajarnya terlebih dahulu. Dengan demikian PHRD dapat memberikan ilmu yang benar-benar bermanfaat dan tepat guna serta berhasil guna.


SELAMAT BERJUANG KEPADA TIM PENGAJAR PHRD !!!


Oh ya, PHRD juga pernah menyumbang tandon air masing-masing 6.000 liter di dua daerah Demak dan Kendal. Selama semua tandon dipakai semoga pahalanya dapat terus mengalir ke semua anggota PHRD khususnya kepada para donatur. Amin.


Have a nice day.



Notes: Silahkan di klik tanda tiga baris di sebelah kanan atas lalu muncul kata ARSIP lalu di klik akan muncul pilihan bulan kapan tulisan dimuat. Terima kasih.



    




 

2 komentar untuk "BILA SEORANG ANGGOTA PHRD SEDANG MENGAJAR PARA PENCARI KERJA, APA YANG SEBENARNYA TERJADI?"

Guno Display
Guno feed
Guno Artikel