MENYIKAPI MASALAH KEUANGAN KELUARGA
Kita semua tentu tahu bahwa bagi pasangan yang baru menikah permasalahan pertama yang harus dihadapi dan dilaksanakan adalah penyesuaian. Pasangan yang baru menikah adalah penggabungan diri dari dua orang yang berbeda baik dari segi karakter, jenjang pendidikan, latar belakang sosial, hobi, dan sebagainya.
Meskipun sebelumnya telah melalui proses pacaran dalam jangka waktu yang lama (apalagi yang hanya sebentar), tetap saja harus melakukan penyesuaian yang waktunya bisa relatif lama (lambat) atau sebentar saja (cepat). Ketika setelah melakukan akad nikah menikah mereka dihadapkan kepada kenyataan yang harus dihadapi bersama. Sesuatu yang realistis.
Ketika masih pacaran tentu sudah melakukan perencanaan menghitung ini dan itu, cara mengatasi dan mengantisipasi ini dan itu, membuat kiat ini dan itu, dan sebagainya. Intinya sudah mempersiapkan segalanya.
Setelah menikah memang banyak sekali yang harus dilakukan penyesuaian. Dan tentu secara nalar akan dilakukan skala prioritas, meskipun ada yang secara mengalir saja.
Penyesuaian yang dirasa paling penting adalah dalam hal keuangan. Hal ini sangat disadari karena faktor keuangan akan selalu mengiringi pasangan baru selama mengarungi biduk rumah tangga mereka. Bahkan faktor keuangan ini sangat mempengaruhi jalannya kehidupan mereka, semua rencana mereka, sukses tidaknya kebahagiaan mereka.
Bersama ini ada beberapa cara bagi pasangan baru atau yang bahkan sudah lama menikah untuk mengadakan penyesuaian di masalah keuangan.
1. Cermati dan pahami cara memandang uang.
Ini penting utamanya bagi pasangan yang memiliki keyakinan dan pandangan yang berbeda tentang masalah uang, terutama bagi mereka yang mempunyai latar belakang dari sosial ekonomi yang berbeda. Bahasa kasarnya dari yang kaya dan bukan. Untuk itu duduklah dan diskusikan dengan baik-baik. Jangan tergesa gesa. Jangan sampai terjadi salah omong. Tidak perlu ada yang merasa minder antara satu orang dengan yang lain. Kuncinya adalah berkompromi, mencapai kesepakatan. Ini adalah masalah kita bersama. Kita harus kompak dan solid.
Bagi sebagian orang, uang adalah ukuran keamanan rumah tangga yang perlu disimpan dan diandalkan. Harus ada kesamaan pengertian antara belanja barang yang dianggap mewah dan tidak. Mana yang dirasa sangat penting dan tidak. Yang terpenting tetapkan aturan tentang bagaimana akan membelanjakan pendapatan gabungan untuk membayar tagihan utilitas, makanan, hipotek, perawatan mobil, untuk menyumbang, dan sebagainya. Pikirkan bila tiba-tiba sumber keuangan kita meninggal dunia. Kita harus siap menghadapinya.
2. Tetapkan tujuan keuangan di masa depan.
Pastikan masalah ini. Dari mulai menetapkan yang paling mendasar: Berapa jumlah anak yang ingin dipunyai dan sebagainya. Karena ini jelas menyangkut beaya harian, bulanan, beaya pendidikan, konsumsi, properti, rekreasi, dan sebagainya. Belum lagi beaya yang diperlukan ketika kita pensiun dan tidak lagi bekerja. Demikian juga beaya yang diperlukan ketika sakit atau untuk merawat orang tua kita.
3. Bagikan keterampilan menghemat uang anda dengan pasangan anda.
Secara umum seseorang pasti mempunyai ketrampilan tertentu dalam mencari dan menyimpan uang. Ketrampilan ini tentu bisa ditularkan kepada keluarga kita. Meskipun kita tahu sudah biasa para anak kita mempunyai ketrampilan sendiri dan berniat mencari uang atau menapaki kariernya dengan jalan tersendiri.
Tidak masalah apapun jalan yang ditempuh oleh individu keluarga kita sepanjang dalam koridor menapaki karier dan berkontribusi meringankan beban keluarga, setidaknya mencari untuk keluarga mereka kelak.
Intinya, mari saling menyadari keuangan pribadi kita, lalu pikirkan cara bagaimana kita dapat lebih meningkatkan taktik penanganan masalah keuangan kita.
Semoga tulisan sederhana ini akan membantu mengatur keuangan kita dalam menjalani gaya hidup yang nyaman dan aman.
Have a nice day.
Notes: Silahkan diklik gambar tiga baris sejajar untuk cari kata ARSIP untuk mencari artikel yang lainnya. Terima kasih.

Posting Komentar untuk "MENYIKAPI MASALAH KEUANGAN KELUARGA"
1. Komentar harus relevan.
2. Komentar harus sopan.
3. Komentar dari yang beridentitas jelas.
4. Komentar harus singkat, padat, jelas.
5. Dll.