Anakmu bukanlah milikmu
Anakmu bukanlah milikmu, mereka adalah putra putri sang Hidup, yang rindu akan dirinya sendiri.
Mereka lahir lewat engkau, tetapi bukan dari engkau, mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.
Berikanlah mereka kasih sayangmu, namun jangan sodorkan pemikiranmu, sebab pada mereka ada alam pikirannya sendiri.
Patut kau berikan rumah bagi raganya, namun tidak bagi jiwanya, sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi, sekalipun dalam mimpimu.
Engkau boleh berusaha menyerupai mereka, namun jangan membuat mereka menyerupaimu, sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur, ataupun tenggelam ke masa lampau.
Engkaulah busur asal anakmu, sedang anak adalah panah yang hidup, melesat pergi.
Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,
Dia merentangkanmu dengan kuasaNya, hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.
Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah, sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat, sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap.
Itu adalah puisi Khalil Gibran yang berjudul “Anakmu Bukan Milikmu”. Puisi ini sangat terkenal di seluruh dunia dan orang sangat mengerti memang begitulah keadaannya.
Anak Anda adalah bagian dari Anda. Apalagi bila anak itu adalah anak kandung. Anak itu merupakan bagian dari biologis Anda. Mereka Anda asuh, memberi makan, Anda sekolahkan. Ketika beranjak besar semakin terlihat bahwa mereka mempunyai keinginan tersendiri, kebutuhan yang mereka perlukan, dan mempunyai cara dan sikap sendiri.
Mereka ada yang penurut, mengerti kemauan dan kehendak orang tua, selalu dapat memahami. Namun tidak sedikit dari mereka yang memiliki sifat yang tidak sabaran, tidak toleran, dan mau mengerti keadaan orang tua.
Pembicaraan terkadang tidak nyambung, tidak sepaham, serta sukar diberikan pemahaman. Di beri perkataan yang keras dia malah berkata lebih keras. Diberitahu malah memberitahu. Diberi kebebasan tambah tidak ada aturan.
Namun ada yang mengatakan: Anak ketika dilahirkan keadaannya seperti kertas putih dan kosong. Mereka memiliki bentuk tulisan yang indah dan rapi serta birisi sesuatu yang berarti adalah berkat ketelatenan, kesabaran, serta kesungguhan orang tua.
Oleh karena itu berhatihatilah dalam menangani serta medidik mereka. Dalam pendidikan anak, faktor penting adalah keahlian orang tua untuk melakukan pekerjaan ini. Tidak ada yang dilahirkan dapat memegang semua pengetahuan, tetapi kita bisa belajar dan memahami beberapa hal dari buku atau nasihat dari orang yang memenuhi syarat.
Di antara beberapa nasehat yang harus diikuti orang tua dengan cara sangat ketat adalah sebagai berikut:
1. Jangan meremehkan anak Anda. Dia bisa mengerti lebih dari yang Anda kira dan jika Anda membuatnya percaya bahwa Anda berpikir buruk tentang dia, dikuatirkan ini mungkin nanti akan mempengaruhi perkembangannya.
2. Jangan suka menggunakan ancaman. Seorang anak menyukai tantangan dan sekali diancam dia mungkin akan melanjutkan dan melakukan apa yang tidak seharusnya dia lakukan hanya untuk melihat apakah dia dapat melarikan diri dari hukuman.
3. Jangan menyuap anak Anda. Bila Anda mencoba membuatnya belajar demi uang misalnya, dia akan gagal memahami pentingnya belajar, yang akan dia dapatkan dari ini hanyalah pentingnya uang.
4. Jangan membuat anak kecil menjanjikan sesuatu. seorang anak kecil tidak bisa menepati janji jadi jangan paksa mereka untuk berbohong dan kemudian menghukum mereka karena mereka melakukan itu.
5. Jangan mengikat mereka di bawah tali pendek. Anak dilahirkan untuk tumbuh secara normal, anak-anak membutuhkan ruang, kebebasan.
6. Jangan menggunakan kata-kata yang besar atau terlalu banyak ketika Anda berbicara dengan anak Anda. Buatlah ide-ide Anda tetap sederhana dan ringkas sehingga dia dapat memahami setiap hal yang Anda katakan.
7. Jangan mengharapkan ketaatan langsung dan buta karena sangat tidak disarankan, anak harus belajar berpikir sendiri untuk tidak mengikuti perintah.
8. Jangan memanjakannya terlalu banyak karena dia bisa mengganggu mengembangkan gangguan kompartemen. Berikanlah tantangan bukan kemudahan.
9. Jangan berkompromi dalam hal aturan permainan. Buatlah trik agar permainan menjadi mendidik adalah terlalu menghormati aturan awalnya.
10. Jangan memaksakan aturan yang tidak sesuai dengan usia anak Anda.
11. Jangan berikan perintah kepada anak Anda yang tidak Anda anggap serius karena anak Anda akan mencoba menyenangkan Anda dan memberinya perintah secara drastis, dan akan menjadi kejam jika perintah itu hanya lelucon.
Semua saran ini ditujukan pertama kali kepada orang tua. Tapi mereka juga harus dirujuk oleh guru dan pendidik. Bersama dengan deorang tua, mereka akan menetapkan sikap dan strategi untuk pendidikan dan pertumbuhan anak, sehingga mereka dapat memberinya semua hal yang dia butuhkan untuk berkembang secara fisik dan emosional dengan baik.
Anak Anda adalah tipikal Anda.
Have a nice day.
NB: Silahkan diklik gambar tiga baris sejajar cari kata ARSIP untuk mencari artikel yang lainnya. Terima kasih.

Posting Komentar untuk "Anakmu bukanlah milikmu"
1. Komentar harus relevan.
2. Komentar harus sopan.
3. Komentar dari yang beridentitas jelas.
4. Komentar harus singkat, padat, jelas.
5. Dll.